SITUS SELO MANTEN

Selo Manten jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih bermakna sebagai “Batu Pengantin”.Situs ini berada di Dusun Seweru Desa Kare,berdekatan dengan obyek wisata Tambak Lare.Bagi masyarakat Desa Kare keberadaan situs ini sudah begitu familiar.Lokasi situs yang tidak jauh dari jalan raya arah Kandangan Desa Kare,bahkan dari jalan raya situs ini sudah terlihat.Keberadaan situs ini semula tidak begitu di perhatikan namun setelah dirintis nya obyek wista Tambak Lare maka keberadaan situs Selo Maten ikut di berdayakan.

Berbagai cerita menyertai situs ini,setidaknya ada dua versi cerita berkembang yang mana kedua cerita tersebut begitu melegenda ditengah masyarakat dusun Seweru dan sekitarnya.Salah satu versi cerita menyebutkan bahwa Selo Manten bermula dari kisah sepasang pengantin yang baru menikah.Suatu ketika sang suami berada diladang sang istripun mengirim makanan kepada sang suami,sepasang pengantin tersebut beristirahat dan tertidur hingga akhirnya keduanya menjadi batu wallahu a’lam.

Sekilas batu tersebut memang menyerupai sepasang manusia yang tengah tertidur dengan posisi terlentang.Bahkan menurut masyarakat disamping batu tersebut dahulunya ada pula batu yang menyerupai “cething” atau tempat nasi,namun batu tersebut saat ini sudah hilang.Saat ini situs Selo Manten tampak bersih dan di tata sedemikian rupa sehingga tampak asri dan sejuk.Sebatang pohon Sengon turut pula menghisai situs tersebut seakan saksi bisu dari situs ini. Versi kedua dari Selo Manten adalah bersumber dari keberadaan Empu Punjul yang berdomisili di sekiatr area Selo Manten.Versi kedua menyebut bahwa sang pengantni pria adalah putera dari Empu Punjul yang menikah dengan gadis dari daerah lain.

Demikian sekelumit legenda tentang Selo Manten yang sampai saat ini secara turun temurun masih lestari di kalangan masyarakat dusun Seweru dan sekitarnya.Meskipun kisah tersebut mungkin sudah mengalami distorsi yang sedemikian rupa,namun upaya masyarakat sekitarnya untuk melestarikan tempat tersebut harus di apresiasi.Karena legenda pasti berhubungan dengan asal muasal suatu daerah,atau peristiwa sejarah tertentu.Legenda adalah cerita kuno yang setengahnya berdasarkan sejarah dan setengahnya lagi berdasarkan angan angan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *